Pelayanan Izin Terpadu Online (Pinto) Kab. Aceh Besar
5 Tahun Realisasi Target 7 Investasi Menjadi Andalan Aceh Besar
"KABUPATEN Aceh Besar memiliki wilayah yang luas, laut dengan garis pantai yang panjang, serta lahan persawahan, ladang dan hutan yang anyak sekali terdapat flora dan fauna didalamnya."


KABUPATEN Aceh Besar memiliki wilayah yang luas, laut dengan garis pantai yang panjang, serta lahan persawahan, ladang dan hutan yang anyak sekali terdapat flora dan fauna didalamnya.

Namun hal ini belum dikelola secara tuntas, apabila potensi ini dikelola secara baik maka akan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat
sekitar. Agar potensi yang dimiliki kabupaten ini dapat dimanfaatkan secara maksimal, Bupati Aceh Besar, Ir H Mawardi Ali didampingi Tenaga Ahli Bupati Bidang Investasi dan Pembangunan, H Bagaskara Putra Sulaksono SSos melakukan penandatangan MoU dengan Pembina Yayasan Dwiyuna Jaya, H Dwi Putranto Sulaksono dan Direktur PT Fauna Land Indonesia, Gunalen.

Penandatanganan nota kesepahaman ini berlangsung di Meuligo Bupati Aceh Besar, Jumat (11/8). Tenaga Ahli Bupati Bidang Investasi dan Pembangunan, Bagaskara Putra Sulaksono menyebutkan ada tujuh program yang akan dibangun di Aceh Besar dalam jangka waktu lima tahun (2017-2022). Pertama, membangun tempat pengelolaan sampah terpadu. Kedua, membangunkawasan pembangkit listrik. Ketiga, membangun rumah sakit bertaraf internasional.

Keempat, membangun pasar modern , mall dan bioskop. Kelima, membangun resort bertemakan zoo park. Keenam, membangun kawasan pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan.Ketujuh, membangun WiFi district dan technology district. Menurut alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Indonesia (UI) Jakarta ini, permasalahan sampah masih banyak sekali ditemukan, baik itu di jalan dan tempat lainnya.

Maka kedepan dapat dibangun pengelolaan sampah yang outputnya dapat bermanfaat untuk masyarakat berupa pupuk, plastik. “Selanjutnya kawasan industri semen berikut pembangkit listrik juga akan dibangun di Aceh Besar,karena PLN belum mampu menyuplai secara menyeluruh kebutuhan listrik dalam satu kabupaten. Infonya daya suplai masih minus,” kata Bagaskara yang juga Komisaris PT Potensi Lombok Power serta Owner Potensi Group.

Dikatakan, kawasan pembangkitlistrik ini penting dilaksanakan agar program-program selanjutnya dapat terealisasikan secara baik. Seperti, pembangunan rumah sakit bertaraf internasional yang akan sangat membutuhkan suplai listrik yang cukup. “Kehadiran rumah sakit ini nantinya diharapkan masyarakat Aceh tidak lagi harus berobat ke Malaysia, tapi dapat terlayani di rumahsakit tersebut,” ujarnya.

Sementara untuk tempat hiburan, menurut Bagaskaraakan dibangun dengan konsep one stop service entertainment fasilities. Yaitu bioskop, mall dan hiburan lainnya berada pada satutempat seperti Trans Studio di Bandung namun tetap dalam koridor adab dan kepatutansyariat agama Islam tentunya.

Lihat berita lainnya...